Selasa, 23 Juni 2015

Puasa Ramadhan



Salah satu rukun islam adalah berpuasa bagi umat islam. Puasa bulan ramadhan wajib hukumnya bagi umat islam yang telah memenuhi syarat maupun rukun puasa yang telah ditentukan. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan Allah Ta’ala. Apabila seorang mukmin/ah melaksanakan ibadah puasa karena mengharap ridho dari Allah SWT maka akan dihapus dosanya yang lalu,
sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW

مِنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا،غُفِرَلَهُمَا تَقَدَّمَمِنْ ذَنْبِهِ 


“Barang siapa melakukan puasa ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala disisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR. Bukhari no.38 dan Muslim no.760)”
Dasar hokum dari puasa ramadhan tertuang dalam surat Al Baqarah 183:

   يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْلَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kau bertaqwa (Q.S. Al Baqarah : 183)”
Maka dari itu, wajib hukumnya bagi umat muslim untuk mengetahui serta mempelajari hal-hal berkaitan dengan tata cara ibadah puasa ramadhan seperti syarat wajib puasa, syarat syahnya puasa, rukun puasa maupun hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi amalan ibadah puasa.
A.     Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib melaksanakan ibadah puasa ramadhan adalah syarat yang harus dipenuhi dan fardhlu hukumnya untuk dapat melaksanakan ibadah puasa ramadhan ketika seorang mukmin telah mendapati waktu tertentu maka ia dikenakan kewajiban puasa. Adapun syarat wajib puasa meliputi :
·         Islam
·         Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
·         Baligh, sudah cukup umur untuk melaksanakan puasa.
·         Suci dari haid dan nifas (bagi perempuan).
B.     Syarat Syah Puasa
Syarat sahnya puasa ada dua, yaitu:
·         Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas. Syarat ini adalah syarat terkena kewajiban puasa dan sekaligus syarat sahnya puasa.
·         Berniat. Niat merupakan syarat sah puasa karena puasa adalah ibadah sedangkan ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat sebagaimana ibadah yang lain. Niat puasa tidak harus selalu dilafadzkan namun cukup diucapkan dalam hati saja (An Nawawi dan Syaikh Islam Ibnu Taimiyah) dan berniat dikaukan sebelum terbit fajar.
C.     Rukun Puasa
Yang dimaksud dengan rukun  adalah suatu yang harus dikerjakan dalam memulai suatu ibadah. Adapun rukun puasa adalah menahan diri dari berbagai hal yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari sebagaiman firman Allah dalam Q.S Al Baqarah 187

 وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُا لْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَىا لَّيْلِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

D.     Hal-hal yang Membatalkan Ibadah Puasa
Berikut adalah hal-hal yang membatalkan ibadah puasa.
·         Makan dan minum dengan sengaja.
·         Muntah dengan sengaja.
·         Haid dan Nifas.
·         Keluarnya mani dengan sengaja.
·         Berniat membatalkan puasa.
·         Jima’ (bersetubuh di siang hari)
Sedangkan berikut adalah hal-hal yang dapat mengurangi amalan ibadah puasa.
·         Berkata dan berlaku dusta.
·         Berperilaku bodoh, dalam hal ini marah.
·         Berbicara hal yang dapat menimbulkan syahwat.
·         Berbicara yang tidak bermanfaat atau dapat juga diartikan dengan mempergunjingkan (membicarakan orang lain).
·         Bertengkar.
Demikianlah sedikit ringkasan mengenai hal ikhwal puasa ramadhan. Semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat dan semoga amal ibadah kita selama ini diterima Allah Ta’ala, Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar